Tanah Warisan 104

20 Nopember 2001,  “Kenapa harus bersembunyi?” bertanya Panjang.
“Jangan sombong,” sahut Suwela, “Kalau kau bertemu dengan Wanda Geni,
setidak-tidaknya punggungmu akan babak belur.

Tanah Warisan 103

19 Nopember 2001,  Namun sejenak kemudian ia menarik nafas dalam-dalam. Kuda itu semakin lama menjadi semakin jauh.

Tanah Warisan 102

18 November 2001,  Wanda Geni mengerutkan keningnya. Tiba-tiba ia menggeram, “Tetapi aku adalah manusia biasa. Manusia yang memiliki nafsu kemanusiaan yang
lengkap.

Tanah Warisan 101

17 Nopember 2001,  Dan tiba-tiba Panjang menjadi terperanjat sendiri ketika ia mendengar suara hatinya. “Apakah semuanya ini hanya merupakan suatu persiapan
saja baginya?

Tanah Warisan 100

16 Nopember 2001,  Panjang menjadi termenung sejenak. Kalau ia pergi menyusul, apakah Bramanti benar-benar pergi ke Bendungan? Tetapi yang sebenarnya paling
baik justru berada di rumah Nyai Pruwita itu.

Tanah Warisan 099

15 Nopember 2001,  “Sejak semula aku sudah menyangka, bahwa ia sama sekali bukan seorang yang lemah, tidak berkemampuan dan apalagi cengeng, seperti yang
dituduhkan oleh Temunggull,” gumamnya kepada diri sendiri.

Tanah Warisan 098

14 Nopember 2001,  “Sejak semula aku sudah menyangka, bahwa ia sama sekali bukan seorang yang lemah, tidak berkemampuan dan apalagi cengeng, seperti yang
dituduhkan oleh Temunggul,” gumamnya kepada diri sendiri.

Tanah Warisan 097

13 Nopember 2001,  “Mungkin Panembahan Sekar Jagat ingin membuktikan kebenaran berita itu, dan ingin bertanya kepada ibu.

Tanah Warisan 096

12 Nopember 2001,   Panjang tersenyum. Ditepuknya pundak Bramanti sambil bergumam, “Kau memang seorang yang luar biasa. Sudahlah, aku akan pergi ke Kademangan.”

Tanah Warisan 095

11 Nopember 2001,  “Terserahlah kepada Panggiring sendiri Bramanti. Kalau memang jalan itu yang dianggap baik,” Panjang berhenti sejenak, kemudian “Tetapi yang penting bagiku adalah sikap Ki Tambi itu sendiri.