S U S A H N Y A M E M I N A N G
Bismillahirrohmaanirrohiim Alhamdulillah washolaa-tu was salaa-mu
‘Ala
Rosulillah shollallohu ‘alayhu wa ‘ala Alihi was sallam
Shahabat saya pernah menjawab orang yang ingin menikah tapi bingung
bagai mana memulainya. Saya fikir ini bukan problema khas pribadi,
tapi masalah yang melanda banyak orang. Makanya dengan sedikit
modifikasi,saya tayang kan ini di is-lam@
semoga saja ada manfa’atnya.
Surat ini saya tujukan buat laki laki, agar lebih proaktif dalam
memulai sebuah rencana mulia, membawa muslimah ke jenjang pernikahan.
Sebab sering kali seorang lelaki ragu menyatakan rencananya, padahal
itu sudah lama ditunggu. Khan kasihan tuh yang menunggu …..
Menginisiatifi tidak be rani, tapi menunggu kesel …. kasihan khan
Ada sebuah kejadian, ketika kuliah dulu, seorang jejaka jatuh hati
pada teman kuliahnya, tapi ia malu untuk menyatakannya secara
langsung. Ia hanya berusaha ‘mengambil hati’ secara tak langsung. Tapi
karena ia merasa si teman wanita itu tidak menanggapinya, putus asa
dan berhenti meneruskan harapannya. Eh, setelah sama sama tua, kedua
shahabat ini bertemu, sudah sama sama punya cucu begitu…. Pada
kesempatan itu, sang kakek, setengah bergurau bilang pada nenek yang
pernah ia cintai tapi tak kunjung ia nikahi itu : “Sebenarnya dulu
ketika kita kuliah, saya ada hati lho sama anda, tapi anda dingin dan
tidak menanggapi saya, saya jadi malu sendiri dan pergi.” Si nenek
merah muka dan bilang : “Dulu sebenarnya saya pun ada hati sama anda,
tapi bagaimana saya ungkapkan ini, saya perempuan, dan engkau keliha
tannya hanya bersikap aneh aneh di depan saya tanpa mengatakan apa
apa. Saya pun pupus harapan saya. Kita sudah sama sama punya cucu, dan
ternyata kita baru saling tahu perasaan kita dulu. Andai dulu kau
katakan itu ……..
Nah para jejaka yang mendadak jadi pemalu di depan wanita. dan
merasa
tidak laku laku …. Yang modalnya hanya harapan, (duh andai sianu mau
jadi isteri saya, duh andai dia itu pasangan saya). Boleh jadi
sebenarnya wanita yang anda maksud pun berharap sama, tapi ia menunggu
anda yang terus ragu, habis keshabarannya, maka harapan cuma berakhir
pada harapan.
Sekarang lewat tulisan ini saya ajak anda untuk berani ! Kenapa ?
Karena sekarang saya sudah tidak berani mengatakan itu lagi pada
wanita setelah saya punya isteri ini. Jadi saya wariskanlah keberanian
saya yang dulu itu kepada anda.
Ini surat saya pada jejaka yang mau
tapi malu, nafsu tapi ragu itu ![]()
——————————
*
Shahabat pertama saya bersyukur kepadaNya atas silaturrahmi
ini,
dimana saya diidzinkanNya bertemu dengan jejaka yang kasmaran,
tetapi tetap ingin bertahan dalam garis garis syari’at.
*
Hal ke dua saya minta ma’af bila sempat membuat anda menunggu
agak lama, menjawab surat bukan sekedar mengungkap boleh dan
tidak boleh, tetapi men jawab pertanyaan : “Bagaimana”. Jelas
ini memerlukan penguraian yang lebih dari sekedar mengemukakan
dalil.
<
Shahabat, saya hanya akan menceritakan pengalaman saya sendiri,
bagaimana saya memula langkah menuju rumah tangga. Ketika itu saya
berumur 19 1/2 ta hun. Baru du tahun saya tinggalkan kehidupan yang
jauh dari agama. Lumayan juga, setelah dua tahun membaca baca Quran,
yang terfikir oleh saya hanya lah, bagaimana agar tidak terjerumus ke
dalam dosa. Apalagi di saat muda sebaya itu, ketika hormon mulai
bekerja, ketika terasa getaran lain keti ka dekat wanita.
Saya takut sekali ketika membaca sebuah hadits, bahwa setiap bagian
dari tubuh anak adam ini, bisa terjerumus pada dosa ‘zina’. Dimana
‘zina’ nya mata adalah memandang yang bukan mahrom. sedang ‘zina’ nya
lidah adalah membicarakan hal yang mesum, sedang ‘zina’nya tangan
adalah meraba tubuh wanita yang bukan mahrom. Dan ini yang lebih
sulit, bahwa hati pun bisa ber’zina’, dan ‘zina’ nya hati adalah
membayangkan yang belum boleh dilaku kan sebelum pernikahan. Baik ini
dibuktikan dengan “x” atau tidak.
Alhamdulillah, saya mengenal seorang gadis, yang saya anggap
istiqomah
dalam beragama, maka semata mata niat ibadah, dan menyelamatkan diri
dari dosa, saya tanya dia “Maukah engaku bicara soal masa depan dengan
saya ?”
Saya fikir pertanyaan ini adalah kaliamat yang paling simpel. dimana
kalau dia mau, yaa Alhamdulillah, rencana bisa diteruskan. Bila tidak
ya tidak mengapa, tokh ibadah nikah, tidak harus selalu dengan dia.
Dgn siapapun tetap dapat pahala, asal ikhlas sama ikhlas. Daripada
lama terkatung katung, antara rindu dan ketidak pastian, khan lebih
baik segera ditanyakan. Oke atau tidak, selesai
Ternyata dia mau, dan 6 bulan setelah itu, kami menikah. Usia saya
19
tahun dan dia 6 bulan lebih muda. Kini kami sudah 13 tahun berumah
tangga, dan ternyata modal nekad 13 tahun lalu, dengan idzinNya telah
membuat kami jadi berenam. Kami bahagian dalam kebersamaan ini.
Nah, mengapa anda tidak seperti saya saja. Tanya dia langsung Nah
shahabat jadilah berani. Kita terkadang takut mengutarakannya, karena
khawatir jawabannya
Oh ya anda bilang anda sudah mengutarakannya,
tapi dia ragu menjawabnya. Barangkali ajakan anda kurang jelas,
terlalu samar, tidak tegas tegas mengajaknya menjadi isteri anda.
Katakan saja : Bersediakah engkau menjadi isteri saya, kalau “iya”
Alhamdulillah, tetapi jikapun tidak, tentu saya tidak bisa menunggu
engkau, untuk saya melangkah ke masa depan. Kalau ia mau, maka
nikmatilah kebahagiaan baru anda :), dan anda untung waktu, tidak
harus menunggu lama hingga tiba pada sa’at bahagia tadi. jika tidak,
no problem, it is not the end of the world ! ulangi pertanyaan ini
secara tulus pada muslimah lain. Kesiapan ditolak, kesiapan menghadapi
kenyataan kalaupun bukan dia yang menjadi isteri anda, adalah awal
dari hilangnya kegundahan itu. Kalau kita selalu takut ditolak,
khawatir dengan kenyataan, akhirnya kita akan bimbang, ragu bertanya
lebihjelas dan akhirnya terkatung katung.
Ini jaman gawat bung, setiap detik berarti, jadi jangan buang buang
waktu dengan termanggu menunggu nunggu ….
Kedua yakinilah bahwa
yang akan menjadi isteri anda hanyalah yang ditaq dirkanNya untuk
menjadi isteri anda. Walaupun seseorang telah memakai gaun pengantin,
telah duduk dua saksi dan bertatap wajah dengan penghulu, kalau ia
bukan jodoh kita dalam catatan taqdir, maka kita tidak akan pernah
bisa kita raih sebagai isteri. Sebaliknya kalau memang seseorang itu
memang jodoh kita dalam kehendakNya, maka sekalipun sekarang masih
berada di ujung kutub utara, maka Alloh akan hantarkan ia kepada anda,
atau anda yang di hantarkanNya untuk menemui dia.
Sampai saat ini anda belum tahu yang mana yang ditaqdirkan jadi
jodoh
anda, tinggal sekarang beranikah anda mengintip taqdir itu dan
membukanya ? Tanya dia, maukah jadi isteri saya ? jika mau,
Alhamdulillah barangkali memang dialah itu. Jika dia tidak mau, jangan
gelisah, memang taqdir tidak bisa dipaksa koq. Kalau dia tidak mau,
yang lain pasti mau ! Siapa yang lain itu ?? Ya kita cari lagi dan
tanyakan lagi seperti tadi. Sepanjang kita siap menerima siapapun yang
ditaqdirkanNya buat kita, maka Insya Alloh hidup ini akan terasa mudah
dan indah. Simple bukan ….
shahabat, yang saya katakan tadi itu prinsipnya. Barangkali di
dataran
praktis anda bisa surati dia dan katakan seperti ini :
——————————
—-
Segala puji bagi Alloh yang telah menjadikan setiap sesuatu
berpasang
pasangan. Dan Dialah yang menjadikan manusia berjodoh jodoh, agar
hadir kedamaian hati dalam kebersamaan pada ikatan nikah tadi, bersemi
kasih dan berkembang cinta bersama waktu yang dijalaninya. …..
(sebutkan nama yang paling ia suka dipanggil dengannya) cukup lama
saya mengenalmu, demikian juga engkau pada saya. Engkau mengenal
kekurangan diri saya, saya pun mengenal kebaikan kebaikan yang ada
pada dirimu. Begitu juga sebaliknya.
Hari ini lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada
padaku, sepenuhnya menyadari kelebihan dan keterbatasanmu. Dengan
keyakinan bahwa Alloh tidak akan membiarkan hambaNya. Maka hari ini
kuutarakan niat bulatku untuk mengajakmu menjalani kehidupan keluarga.
Aku mengajakmu untuk beribadah memelihara diri dan keluarga dari api
neraka. Bersamamu kita membesarkan anak anak kita. Tak ada yang
kujanjikan kepadamu, selain harapan hidup lebih baik di sini dan
nanti, lewat kepaduan dan saling memahami dan mengerti antara kita.
Kalau berfikir bahwa ide ini tidak terlalu buruk untuk
dipertimbangkan. Maka marilah di bulan Ramadhan ini kita masing masing
berdu’a :
==============================
Ya Alloh kalau dia (aku sebutkan namamu dalam do’a itu dan engkau
sebutkan namaku dalam do’a mu OK ?) baik buat akhirat saya, agama saya
dan dunia saya, Maka jadikanlah hati saya mudah untuk menerima dia dan
lapangkanlah jalan kami untuk melangsungkan pernikahan dan hidup
tentram sesudahnya. Tapi bila dalam pandanganMu, dalam Ilmu Mu yang
Maha Meliputi segala sesuatu, ternyata dia tidak baik buat akhirat
saya, agama saya dan dunia saya. Maka mudahkanlah saya
untukmendapatkan yang lebih baik dari dia, dan mudahkanlah dia
untukmendapatkan yang lebih baik dari saya. Padamu kami bertawakkal,
dan padaMu kami berserah diri.
Insya Alloh, di bulan syawal nanti, semoga Alloh telah meberi kita
petunjuk. Sehingga mudah bagimu untuk menerima/menolak ajakanku. Kalau
iya, maka mari kita bicarakan kelak, apa yang harus kita persiapkan,
sehingga masing masing kita bisa hadir dalam sosok yang lebih baik
lagi dari sekarang ketika berganti posisi dari shahabat menjadi isteri
atau suami.
Dan kalau pun tidak, saya tidak menyesal, semoga saja engkau
mendapatkan yang lebih baik dari saya, sebagai mana sayapun
mendapatkan yang lebih baik dari engkau. Dan pershahabatan ini adalah
bagian yang sangat indah dalam hidupku. Aku takkan melupakannya. Kita
akan tetap sebagai shahabat, setidaknya dengan kepastian jawabannu,
aku berhenti berangan angan, ingin menjadikan engkau sebagai isteriku.
Baik sambil bersiap siap berbekal untuk kemungkinan terbaik, saya
akan
tanya engkau tentang ini bulan depan, atau di malam lebaran pun boleh,
sehingga kalaupun engkau mengatakan tidak, esoknya kita bisa berma’af
ma’afan dan selesai. ![]()
==============================
Nah Selamat melangkah, tegarkan hati, kuatkan jiwa dan tanyalah dia
yang anda suka itu ! Niscaya engkau tidak akan ragu lagi. Dari situ
anda bisa memutuskan apakah “terus”, atau “mencari lain”. Tidak usyah
pacaran, ngajak nonton, dsb dsb. Ngabis ngabisin biaya, ini krismon
bung
dosa lagi … Pokoknya tanya saja dia ! kalau mau berarti jadi
isteri, kalau tidak tetaplah bershahabat.
Ini saja, dan mohon ma’af bila saya menjawab terlalu lugas
itu
hanya karena saya menganggap anda adalah shahabat saya yang demikian
dekat, tokh kita hanya dipisah oleh keyboard saja ……. ![]()
******************************
Buat shahabat muslimah yang tetap nekad baca imil ini, yang
sebenarnya
khusus buat lelaki belum laku yang ragu menawarkan diri. Saya pesankan
Kalau suatu sa’at anda dapat pesan ‘nekad’ seperti ini dari seorang
laki laki, jangan buru buru ditepis, apalagi takut. Mungkin itu ada
lah lelaki yang tengah mencoba resep nekad saya. Baca baik baik itu
surat, lihat betapa “gagah beraninya” dia mengambil tanggung jawab,
setelah itu angkat detektif swasta, lakukan investigasi mengenai latar
belakang dan kualitas kepribadian lelaki itu. Pada sa’at yang sama,
berdo’alah kepada Alloh, boleh jadi inilah suami yang anda tunggu.
Karena ini resep saya, tolong yaa .. jangan kecewakan orang yang
mencoba menjalankan resep saya ini …..
Wassalaamu’alaykum Wa RohmatulLohiWa Barokaa-tuh
abunaila
Untuk kita renungkan :
Bila di dunia ada syurga, maka itulah kehidupan rumah tangga yang
romantis dan harmonis. Bila di dunia ada neraka, maka itulah kehidupan
rumah tangga yang tak selaras.
Bahagialah mereka yang diamnya berfikir, memandangnya mengambil
pelajaran, mendengarnya mengambil hikmah, dan dalam tindakannya orang
mengenal indahnya ajaran Islam.
“If you are not a part of the solution, You are a part of the
problem”
Wassalamualaikum wr wb.
Pada pertengahan 97 ku simpan artikel ini di www
Posted on November 6th, 2007 by panggiring
Filed under: Inspiring story 188 Views





on November 6th, 2007 at 11:14 am Said:
waks dah banyak gini kapan nulisnya kang
protes ganti nama url yg ngelink ke saya itu ah
on November 6th, 2007 at 12:30 pm Said:
pokoknya komentar dulu..
wow langsung seabrek postingannya…..
kayaknya ini hasil reboisasi yg tidak kesampean kemaren
itu linknya endrik kok ‘aneh’?