Batam~Jkt~Jgja
2-oct-07, Dulur, terimakasih do’anya, berkat do’a sampeyan semua saya sekeluarga selamat di perjalanan sampe jogja
ada yang unik dari perjalanan ini, dari batam semua serba lancar bahkan tidak sempat duduk di ruang tunggu air
sampe di cengkareng juga gitu, semua serba cepat tapi tidak tergesa-gesa.
nunggu bagasi tidak terlalu lama, kemudian cari loket damri dan begitu ketemu, bis jurusan
meluncur ke bogor sekitar 2 jam-an. melewati jalan tol yang membuatku sedikit bingung, namanya jalan bebas hambatan tapi kecepatan bis kira-kira cuman 60 km.
kalah cepat di banding carry jurusan bengkong-mk kuning saat melewati jalan panbil-simpang kabil.
sampe di
naik angkot langsung menuju pol lorena. sampe di lorena sekitar jam 12.45 masih ada waktu satu seperempat jam dari jadwal keberangkatan lorena.
cukup untuk nyuapi anak, makan siang, sholat istirahat dan ngobrol sama temen yang sudah 5 tahun nggak ketemu
silaturrahmi hanya di jalin via sms, telp & e-mail.jam 2 tepat lorena dengan nomer LE370 siap berangkat, Taukah sampeyan berapa penumpangnya? penumpangnya hanya aku+istri+2 orang anak+2 orang klaten. Hitungan tiketnya hanya 5 orang. padahal si Arief - anakku yang baru 5 tahun- sengaja ku belikan tiket agar di perjalanan bisa istirahat dengan tenang.karena kuatir bisnya penuh.
Di pihak lorena ternyata terjadi otot-ototan antara supir & Manger operasionalnya. menurut supir penumpang terlalu sedikit, uang tiketnya untuk beli solarnya aja nggak cukup. tapi si manager operasional tetep ngotot “harus berangkat”. akhirnya si supir ngalah tapi dengan syarat. supir akan ke agen-agen dulu untuk nyari tambahan penumpang. akhirnya dari
terminal lebak bulus-terminal kmpung rambutan-terminal rawa mangun-terakhir ke salah satu agen di deket pintu keluar tol cikampek. semua nihil tidak ada penumpang tambahan. sampe jam 5.30 bis belom ada tanda-tanda mau berangkat. kutanya “kapan berngakatnya pak?” supir-nya menjawab “belom tahu mas jadi berangkat apa tidak”. kemudian salah satu awak busnya telp ke kantor pusat melaporkan bahwa tidak ada penumpang tambahan. dan apa jawab si manager operasionalnya? ternyata si manager tidak berubah pikiran keputusanya adalah tetap harus berangkat ke jogja. Ketiga awak bus itu - 2 supir dan satu kondektur- uring-uringan tapi tetap nurut berangkat ke jogja. via alasriban ternyata ku kira akan melewati jalur selatan.
Di satu sisi ku merasa di istimewakan
mosok bus sebesar ini hanya di gunakan utuk nganter aku sekeluarga + 2 orangsaja
emangnya ini bis keluarga apa
ini pasti dari do’a sampeyan semua:) sekali lagi thank Q.
Di sisi laen, untuk menjaga nama baik sebuah perusahaan ternyata kadang perlu perngorbanan yang tidak sedikit.contohnya Lorena ini, bis ini harusnya di isi 32 penumpang. tapi ternyata hanya ada 5 penumpang maka demi nama baik harus tetap di antarkan sampe ke tempat tujuan. walaupun ngedumel ternyata si supir juga patuh sama aturan perusahaan, “tidak boleh ada tambahan penumpang dari sembarang tempat” bis laen biasanya melakuakn ini. karena memang mungkin terlalu berat menanggung beban operasional. maka terpaksa aturan yang di tawarkan ke penumpang kadang harus di langgar.
salam,
Panggiring @ Jogja ring road selatan.
Posted on November 12th, 2007 by panggiring
Filed under: Reportase Mudik 747 Views






on December 29th, 2007 at 11:53 am Said:
Wah kalau saya banyak cerita nggak enaknya naik bus dari dan ke Jakarta. Ada yang pas ketemuan macet dijalan, mobil dilempari batu sama pengamen dan waktunya lama. Akhirnya sejak itu saya putuskan naik pesawatnya sampai JOgja sekalian biar menghemat waktu, toh selisihnya nggak terlalu banyak amat dibandingkan dengan keuntungannya. Lagian pulangnya belum tentu 2 tahun sekali.
on December 30th, 2007 at 6:43 am Said:
bandingkan mas, tiket pesawat jkt-jgja menjelang lebaran kemaren sekitar 650K/orang sementara tiket bis eksekutif cuman 175K/orang. lha kami rombongan 4 orang. ya tinggal ngitung berapa yang bisa di save