Tentang Ayat-ayat Cinta

Wed. November 14, 2007
Categories: imho

Ini lebih menginspirasi lagi Yan,

Fahri Abdullah, Seorang anak petani miskin di jawa tengah,Nyantri sambil meneruskan sekolah ke Tsanawiyan & Aliyah, Setelah selesai, menjual sepetak sawah satu-satunya warisan kakek untuk orang tuanya. Dan uangnya di jadikan modal untuk mencari ilmu di Mesir di Al-Ashar yang tersohor itu.

Sampe di mesir jualan tempe, jualan beras untuk sekedar menyambung hidupnya. Terakhir berprofesi sebagai penerjemah kitab-kitab klasik yang akan di terbitkan di Indonesia.Berpenghasilan $150 ~ $300. aktivitas utama belajar hadits, menghafal Alqur’an dll. Sangat mengagumi akhwat bernama Nurul, tapi tidak punya nyali karena Nurul adalah keturunan Kiyai.

Kemudian saat S2-nya hamper selesai berniat untuk menikah,
Di tawari akhwat keturunan turki-jerman sama ustadz-nya.

Pada saat ta’aruf, Betapa kagetnya ternyata akhwat yang di tawarkan adalah seorang bidadari-Aisah namanya.Fahri minder, takut sang bidadari tidak sudi mendampinginya yang serba kekurangan,Tapi Aisah tetap bersikukuh untuk mendampinginya. Dalam kondisi apapun, .

Akhirnya mereka menikah,Betapa kagetnya si Fahri, karena ternyata Aisah berpenghasilan $100.000 perbulanya.

Selengkapnya baca sendiri Yan,Udah sana cari beasiswa biar dapet master or doctor sekaligus bidadari dari Eropa sana.Kemudian bawa pulang, si Fahri juga membawa pulang Aisah. J

Selain mendapat sepirit dari Ikal juga mendapat spirit dari Fahri Abdullah yang mendapatkan bidadari blasteran Turki-Jerman bernama Aisah.

Kiran-kira lebih cantik mana sama Tamara yan? :)

:) sampe:)guling:)guling:)

Sedulurku semua dimanapun sampeyan semua berada, bastikan sampeyan semua baca Ayat-ayat cinta :)

Comments