Naik haji bermodalkan gorengan

Tue. November 20, 2007
Categories: Inspiring story

gorengan1.JPG

Sedulur, taukah sampeyan semua apa yang ada dalam gambar di atas? Iya betul itu adalah gorengan. Lebih spesifik lagi ada yang bernama ba`wan, tahu isi, tempe goreng, risoles, martabak, dll. Setiap daerah punya sebutan yang agak berbeda. Misalnya ba`wan bisa jadi ote-ote di jawa timur, kemudian jadi badak di semarang, dan jadi bala-bala di Bandung, tempe goreng juga menjadi mendoan di semarang.

Terus apa pengaruhnya sampe-sampe artikel tentang gorengan ini mithangkring di web ini? Sekilas anda mungkin akan melihat sepele terhadap gorengan di atas. Membuat dan menjualnyapun tidak akan memperoleh penghasilan yang cukup significant. Biasanya hanya di kerjakan para ibu-ibu rumah tangga hanya sekedar mengisi waktu senggangnya.

Tapi kali ini gorengan mendapat posisi yang sangat mulia. Yaitu membawa salah satu temenku memenuhi panggilan Alloh ke tanah Suci, tahun ini. Dalam kulture Indonesia mereka yang berangkat sepulanganya akan mendapat gelar “Haji”.
Tapi temenku ini tidak ingin gelar itu. Dia hanya ingin memenuhi panggilan Alloh semata. Juga untuk mencapai ridloNya.

Di tempat kerja, temenku ini adalah sosok yang percaya diri. Dan menurutku sangat cerdas. Setiap ada problem, Bismillah temenku ini selalu PD menghadapinya. Siang kerja malemnya ngurusi ta`lim. Begitu juga sebaliknya Malem kerja siangnya ngurusi ta`lim. Ketika PHK ku memilih ngambil pesangon & join lagi enake rek :) . Temenku ini memilih jalan laen, ngambil pesangon dan nggak bersedia join lagi.

Ku pikir mau cari kerja di tempat laen, tapi ternyata tidak.
Temenku ini setiap hari datang ke beberapa koperasi, menawarkan produk. Dan produknya adalah gorengan itu tadi:). Beberapa hari kemudian setiap pagi rutin membawa bungkusan besar di motornya. Ternyata itu adalah gorengan. Tiap koperasi 100~200an biji gorengan. Ku pikir itu gorengan buat sendiri, ternyata juga tidak temenku ini memesan gorengan dari beberapa tetangga. Sehari omzet gorenganya sekita 500~700 ribu.

Praktis jam kerjanya hanya sekitar 2.5 ~ 3 jam perhari. Pagi jam 6.30 berangkat nnganter gorengan ke beberapa koperasi. Kemudian jam 9.00 pulang dan mengurusi anak-anak kecil mengaji. Masyarakat sangat mendukung kegiatanya. Sekarang tempat ngajinya sudah menjadi TPA. Di bangun permanen. Dan temenku ini menjadi Kepala sekolahnya.

Setahun kemudian ngobrol dengan ku, salah satu cita-citanya adalah memberangkatkan Haji Ibunya. 2 tahun kemudian cita-citanya tercapai. Temenku ini mengajak kakak & adiknya untuk iuran memberangkatkan Haji ibunya. Sungguh mereka adalah anak-anak yang soleh. Sesuai dengan namanya:).

Malem senin kemaren sehabis sholat isya`. Setelah salam, pak Imam langsung mengumumkan kepada jama`ah, bahwa seluruh jamaah di undang ke rumah temenku ini. Di rumahnya ku tanya “ini hajatan apa sih?” dan tmenku hanya menjawab dengan senyumnya. Setelah acara mulai baru ku tahu bahwa ini adalah acara walimatussafar -cmiiw. Wuih tenyata cita-citanya tercapai lagi.

Dalam acara intinya temenku ini mendatangi, memeluk dan menyalami setiap tamu, meminta keridloanya, meminta maaf apabila ada salah serta meminta do`a agar perjalananya menjadi mabrur. Kami semua para teman, sahabat & tetangganya mberebesmili memaafkan dan mendo`akan agar perjalananya menjadi mabrur.

Tanggal 17 November 07 temenku ini akan masuk asrama haji & kemudian besoknya akan terbang ke tanah suci.

Sungguh perjuangan temenku ini sangat menginspirasi. Tidak malu berjualan gorengan. Dan ternyata gorengan itulah yang mengantarkanya ke tanahsuci.

Kapan nyusul yo?

4 Responses to “Naik haji bermodalkan gorengan”

  1. geblek Says:

    inisiale sopo kang ? u*s*p bukan ?

  2. panggiring Says:

    Jok, gak boleh nyebut inisial, processnya aja yang perlu kita contoh :) :)

  3. ica_cici Says:

    2 jempol besar untuk temanmu itu, sangat menginspirasi. Ada yang bilang malu bertindak hanya untuk pemimpi…

  4. take a look right now Says:

    Howdy would you mind stating which blog platform you’re using? I’m looking to start my own blog soon but I’m having a tough time deciding between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal. The reason I ask is because your design and style seems different then most blogs and I’m looking for something completely unique. P.S Apologies for being off-topic but I had to ask!

Comments