Tanah Warisan 039
15 September 2001, “O,” para peronda itu baru sadar, bahwa mereka berhadapan dengan orang-orang yang luka arang kranjang. Karena itu, maka orang yang tertua di
antara mereka segera berkata, “Marilah kita cepat-cepat pulang. Papahlah
keduanya. Keduanya agaknya sudah terlampau lemah.”
Maka dengan dibantu oleh dua orang masing-masing Suwela dan Panjang
berjalan pulang ke Kademangan. Kedua tangannya melingkar di bahu dua orang
sebelah menyebelah, agar mereka tidak terjatuh di perjalanan. Sedang
orang-orang yang lain berusaha menarik bangkai harimau itu untuk di bawa
ke Kademangan pula, meskipun agak terlampau berat.
Suwela dan Panjang hampir tidak sadar lagi ketika mereka berpapasan
dengan beberapa orang lain, yang dengan cemas mencarinya pula. Mulut-mulut
mereka menjadi serasa terlampau berat sehingga mereka sama sekali
tidak menjawab sepatah katapun atas segala macam pertanyaan.
“Luka agak berat,” salah seorang dari mereka yang memapahnya yang
menjawab. “Nanti saja, kalau ia sudah beristirahat. Sekarang kalian lebih
baik membantu menyeret bangkai-bangkai harimau itu?”
“He, ada berapakah harimau itu? Apakah lebih dari satu?”
“Ada dua.”
“Dua,” dada mereka pun terguncang, “Dua orang harus berkelahi melawan
dua ekor harimau belang?”
Tidak ada jawaban. Mereka yang memapah Suwela dan Panjang berjalan
semakin cepat. Mereka berusaha secepat-cepatnya sampai di Kademangan, agar
keduanya dapat segera diobatinya luka-lukanya. Namun sebelum mereka
memasuki regol Kademangannya, kedua anak-anak muda itu telah menjadi
pingsan.
Di Kademangan, beberapa orang yang dianggap mengerti tentang ilmu
obat-obatan duduk dengan wajah yang tegang mengerumuni Suwela dan Panjang.
Temunggul duduk dengan gelisah. Kecemasan membayang di wajahnya. Setiap
kali ia berdesah dan menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan
hatinya.
“Bagaimana?” ia berbisik kepada salah seorang dari orang-orang yang
sedang berusaha mengobati Suwela dan Panjang itu.
“Mudah-mudahan. Mudah-mudahan mereka segera sadar.”
Temunggul menggigit bibirnya. Di pandanginya kedua tubuh yang berbaring
diam itu. Terasa tubuhnya sendiri seakan-akan menjadi pedih oleh
jalur-jalur bekas kuku harimau yang mengerikan itu.
“Aku tidak menyangka, bahwa ada sepasang harimau jantan dan betina,” ia
berkata kepada dirinya sendiri. “Kalau terjadi sesuatu atas keduanya,
maka akulah yang harus bertanggungjawab.
Hatinya melonjak ketika tiba-tiba ia melihat Panjang mulai
bergerak-gerak. Perlahan-lahan anak muda itu membuka matanya. Nafasnya mulai
berjalan agak teratur.
Temunggul mendesak maju dan duduk disisi Panjang. Tetapi ia masih belum
bertanya sesuatu. Agaknya Panjang masih terlampau lemah.
“Ia akan segera baik,” berkata salah seorang dari mereka yang ikut
berusaha mengobatinya.
“Terima kasih,” desis Temunggul.
Ki Demang dan Ki Jagabaya serta beberapa orang pemimpin Kademangan itu,
yang duduk beberapa langkah dari kedua tubuh yang terbaring itupun
menarik nafas, ketika mereka melihat Panjang membuka matanya, dan sesaat
kemudian Suwela pun menjadi sadar pula.
Mereka menjadi bertambah segar ketika pada bibir mereka diteteskan
beberapa titik air. Sehingga wajah mereka yang sudah menjadi seputih kapas
itupun agak dijalari oleh warna darahnya yang mulai mengalir dengan
teratur.
Temunggul mengangkat kepalanya ketika ia mendengar ayam jantan berkokok
untuk yang terakhir kalinya. Ketika ia memandang ke halaman, maka
dilihatnya warna yang kemerah-merahan telah membayang pada dedaunan dan
pepohonan.
“Hampir pagi,” desisnya. “Kedua anak-anak itu telah berjuang melampaui
kekuatan mereka yang wajar. Untunglah mereka selamat. Bahkan mereka
berhasil membunuh kedua ekor harimau itu.”
Temunggul mengerutkan keningnya ketika ia mendengar seseorang yang
duduk dibelakangnya berdesis. “Bukan mereka yang telah membunuh harimau
itu.”
“He,” ia bertanya. “Lalu siapa? Dan darimana kau tahu?” (Bersambung)-m
Posted on November 27th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan 886 Views





on January 5th, 2012 at 2:18 pm Said:
I got simply just searching for this data for years. When 6 hours in continuous Googleing, modern day I obtained the application in the web page. I wonder exactly what is the loss of Google and bing prepare who don’t status this particular informative online sites on the top number. Generally the high sites are generally brimming with crap.