17 Oktober 2001, “Aku kurang tidur ibu. Sampai hampir pagi aku memang tidak dapat tidur karena kelelahan. “Kau aneh,” jawab ibunya. “Orang yang lelah biasanya akan dengan mudahnya tertidur.”
Posted on November 29th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
15 October 2001, “Tidak ayah. Aku lelah sekali. Aku ingin segera tidur.
Ayahnya menarik nafas dalam-dalam. Kemudian ditinggalkannya pintu bilik
anaknya.
Posted on November 29th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
14 Oktober 2001, “Kami para pengawal telah membagi kerja paman.”
“Terima kasih ngger, “ dan sekali lagi laki-laki tua bergumam. “Terima
kasih.”
Posted on November 29th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
13 Oktober 2001, MESKIPUN Ratri tidak menduga, namun kata-kata Temunggul yang berterus terang itu telah menggoncangkan dadanya. Sejenak ia berdiri membeku
ditempatnya.
Posted on November 29th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
12 Oktober 2001, DEMIKIANLAH maka mereka menyusuri jalan sempit yang menuju ke rumah ketiga gadis-gadis itu. Tetapi dengan demikian, maka yang terakhir dari
ketiganya sampai di muka regol rumahnya adalah Ratri.
Posted on November 29th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
11 Oktober 2001, RATRI pun segera menyadari keadaannya. Karena itu meskipun kakinya bmasih gemetar, dipaksanya dirinya untuk berdiri bersama-sama kedua
kawannya.
Posted on November 29th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
10 Oktober 2001, “Persetan,” tiba-tiba orang itu menggeram. “Kalau benar-benar kau
lakukan itu, berarti Kademangan ini akan kedatangan bencana yang maha besar.
Tentu Panembahan Sekar Jagat tidak akan tinggal diam.
Posted on November 29th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
09 Oktober 2001, Dengan demikian maka akhirnya ia mengambil kesimpulan untuk
meninggalkan perkelahian.
Posted on November 29th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
08 Oktober 2001, ORANG itu terkejut. Hampir-hampir ia tidak sempat mengelak. Namun ternyata bahwa ia masih mampu menghindarkan dirinya dari serangan Temunggul.
Posted on November 29th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
07 Oktober 2001, TERNYATA bukan saja Temunggul yang menilai keliru dari pertempuran itu.
Posted on November 29th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »