Tanah Warisan 118

04 Desember 2001,  “Aku akan berusaha mencegahnya,” Ki Tambi pun kemudian meloncat ke punggung kuda.

Tanah Warisan 117

03 Desember 2001, “Ya, sendiri. Sebenarnya aku akan pergi bersama Panjang,

Tanah Warisan 116

02 Desember 2001,  Tiba-tiba Ki Tambi teringat kepada orang yang menyingkir pada saat ia datang ke tempat orang-orang Sekar Jagat itu terbaring.

Tanah Warisan 115

01 Desember 2001,  “He,” Ki Tambi pun terkejut. “Kau sudah mengetahui arti lencana
semacam ini? “Aku pernah melihatnya.

Tanah Warisan 114

30 Nopember 2001,  “Sekarang kau berkata begitu, tetapi lain kali kau akan berkata lain
pula apabila kau sudah sehat dan berkesempatan untuk kembali ke indukmu.”

Tanah Warisan 113

29 Nopember 2001,  “Ya, ya. Aku ikut serta bersama mereka. Kawanku yang terbunuh itu pun ikut pula. Sedang kawanku yang lain, yang terluka, tetapi masih sempat melarikan dirinya adalah salah seorang dari kami yang terluka pada waktu itu.”

Tanah Warisan 112

28 Nopember 2001,  Sejenak orang yang menyebut dirinya Putut Sabuk Tampar itu termenung. Ia memang tidak ingin mengejar Wanda Geni dan kawannya.

Tanah Warisan 111

27 Nopember 2001,  Tetapi ternyata Putut itu benar-benar lincah.

Tanah Warisan 110

26 Nopember 2001,  Orang yang mendengar pengakuan Wanda Geni itu mengerutkan keningnya.

Tanah Warisan 109

25 Nopember 2001,  “Orang itu agaknya sedang menunggu air yang mengaliri sawah disebelah pategalan itu.