Tanah Warisan 123
09 Desember 2001, Bramanti pun kemudian berlari melintasi halamannya untuk mengambil pakaiannya yang masih agak lebih baik untuk pergi bersama-sama dengan Ki Tambi dan Panjang.Sambil mengenakan pakaiannya Bramanti selalu diganggu oleh berbagai
macam masalah tentang dirinya sendiri. Kenapa tiba-tiba saja Panjang dan
Ki Tambi bersama-sama mengajaknya pergi untuk mengubur orang Panembahan
Sekar Jagat yang terbunuh itu? Keduanya adalah orang-orang yang agaknya
menaruh kecurigaan atasnya.
Tetapi akhirnya Bramanti tidak dapat berbuat lain daripada pergi
mengikuti kedua orang itu. “Apa boleh buat,” desisnya.
Sebelum ia turun ke halaman, maka ia pun minta diri lebih dahulu kepada
ibunya, bahwa ia akan pergi bersama Ki Tambi dan Panjang.
“Kalian akan pergi kemana?” bertanya ibunya.
“Sekadar melihat-lihat ibu. Mungkin paman Tambi ingin mengenali tanah
yang telah terlampau lama ditinggalkan. Karena aku pun baru kembali pula
ke tanah ini, maka aku dibawanya serta. Panjanglah yang akan
memperkenalkan kami dengan hal-hal yang baru, yang belum pernah kami lihat
sebelumnya, atau yang barang kali telah kita lupakan.
Ibunya sama sekali tidak berprasangka apapun juga. Karena itu maka
dibiarkannya anaknya pergi bersama Ki Tambi dan Panjang.
“Nah, naiklah,” desis Tambi sambil menyerahkan kendali seekor kuda.”
“Apakah aku juga harus berkuda?”
“Apakah kau dapat berlari secepat kuda-kuda ini.”
Bramanti tersenyum. Ia tidak dapat memilih. Karena itu, maka
diterimanya kendali kuda itu sambil berkata, “Tetapi aku belum terlampau biasa
berkuda paman. Mungkin aku tidak akan dapat setangkas paman dan Panjang.”
Tetapi Ki Tambi dan Panjang tidak menjawab. Mereka pun segera meloncat
ke punggung kuda masing-masing sambil saling berpandangan sejenak. Dan
Panjang pun kemudian berkata, “Belajarlah naik kuda Bramanti. Apabila
pada suatu saat kau nanti menjadi pengawal Kademangan, dan kau harus
menjalani pendadaran dengan cara seperti yang pernah dilakukan oleh
Temunggul, yaitu mempersilakan calon pengawal itu menundukkan seekor kuda
yang masih liar.”
Bramanti tersenyum sambil membelai kepala kudanya. “Tetapi bukankah
kuda itu tidak nakal?”
“Sepengetahuanku tidak,” jawab Panjang.
“Agaknya masih lebih beruntung bagi mereka yang hanya sekadar
menundukkan kuda yang liar, daripada harus bermain-main dengan seekor dan bahkan
sepasang harimau.”
Panjang pun tersenyum pula. Katanya kemudian, “Ayo, cepatlah sedikit.”
Bramanti memandangi mata kudanya sejenak. Kemudian ia pun segera
meloncat pula ke punggungnya.
“Kau tidak dapat mengelabuhi aku Bramanti,” desak Ki Tambi. “Orang yang
tidak biasa berkuda, tidak akan meloncat setangkas kau.”
Kini Bramanti tertawa. Katanya, “Aku adalah seorang pesuruh selama aku
merantau. Pesuruh seorang pedagang sapi di Wanakrama. Selama itulah aku
belajar naik kuda, untuk kepentingan pekerjaan itu.”
“Apakah kau belajar menjinakkan harimau pula?” bertanya Panjang tiba-tiba.
Bramanti mengerutkan keningnya. Namun kemudian ia menggeleng. “Tentu tidak. Kenapa?”
“Tidak apa-apa. Marilah.”
“Kita jangan terlambat,” berkata Ki Tambi. “Supaya kita tidak bertemu
dengan orang-orang dari Kademangan lain yang mungkin akan melihat
orang-orang yang terbunuh itu pula.
Mereka bertiga pun segera meninggalkan regol halaman rumah Bramanti.
Semakin lama derap kuda mereka pun menjadi semakin cepat. Ki Tambilah
yang berada di paling depan, kemudian Panjang dan yang paling belakang
dari mereka adalah Bramanti.
Namun demikian, setiap kali, baik Ki Tambi maupun Panjang selalu
berpaling. Mereka melihat betapa Bramanti tidak kalah tangkasnya dari mereka
berdua. Ketika Ki Tambi mempercepat laju kudanya diikuti oleh Panjang,
maka kuda Bramanti pun berpacu semakin cepat. (Bersambung)-o
Posted on December 1st, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan 621 Views





on August 2nd, 2011 at 3:12 am Said:
Odd this placed will be totaly not related to what I used to be seeking yahoo with regard to, nevertheless it had been outlined in the first page. I suppose your own doing something appropriate if Yahoo likes you adequate to put a person in the very first website of a low related research.
on August 7th, 2011 at 8:38 pm Said:
spectacular factors entirely, you just gained a new audience. An amount an individual suggest in relation to your posting that you made a couple of days ago? Virtually any optimistic?