Tanah Warisan 150

09 Jan 2002,  “Beberapa hari yang lalu, Ratri juga tergelincir di pereng sungai itu,”
tiba-tiba saja Panjang berdesis.

Tanah Warisan 149

08 Jan 2002,  “Kenapa ia memilih anak itu?” bertanya Ki Demang.
“Agaknya Bramanti tidak memilih.

Tanah Warisan 148

07 Jan 2002,  Mereka memerlukan waktu yang cukup lama untuk menunggu anak itu mampu berdiri dan berjalan sambil bersandar kepada kawannya.

Tanah Warisan 147

06 Jan 2002,  Dengan demikian, maka tidak seorang pun yang dapat menahan Bramanti. Ia berlari menyusur sungai.

Tanah Warisan 146

Saturday, 05 Jan 2002, Bramanti tidak menyahut. Tetapi wajahnya menjadi tegang.

Tanah WArisan 145

04 Jan 2002,  Dada Bramanti menjadi semakin berdebar-debar.

Tanah Warisan 144

03 Jan 2002 “Tidak ada kesempatan lagi bagimu Bramanti,” geram Temunggul.
“Kau harus menerima akibat.

Tanah Warisan 143

02 Jan 2002, “Diam,” tiba-tiba Temunggul membentak.

Tanah Warisan 142

31 Dec 2001, Bramanti melihat Panjang melambaikan tangannya, dan Bramanti punmengangkat tangannya pula.

Tanah Warisan 141

30 Dec 2001, Bramanti menarik nafas dalam-dalam. Ia merasa terbelenggu
oleh pesan gurunya dan pendirian ibunya.