Tanah WArisan 140

29 Dec 2001, Ratri mengerutkan keningnya. Sekilas dipandanginya
Temunggul yang menundukkan kepalanya.

Tanah Warisan 139

28 Dec 2001,  Ratri yang merasa selalu dikejar oleh pertanyaan yang tidak dapat
segera dijawabnya berlari semakin kencang,

Tanah Warisan 138

27 Dec 2001, Temunggul yang ditinggalkan oleh Bramanti menjadi berdebar-debar.

Tanah Warisan 137

Rabu, 26 Des 2001,  “Bohong,” bentak Temunggul.

Tanah Warisan 136

24 Desember 2001, Bramanti masih berdiri sama seperti patung.
Namun kecemasan yang sangat telah menjalari jantungnya.

Tanah Warisan 135

23 Desember 2001,  Bramanti menarik nafas dalam-dalam. Ia sadar,bahwa
Ratri sama sekalitidak menyadari keadaannya.

Tanah Warisan 134

22 Desember 2001,  Tiba-tiba sesuatu menyentak di dada Bramanti. Dan tanpa sesadarnya ia memotong, “Tetapi kini ia adalah seorang penjahat.”

Tanah Warisan 133

21 Desember 2001,  Tetapi Bramanti terpaksa melakukan permintaan Ratri itu.

Tanah Warisan 132

20 Desember 2001,  Bramanti menarik nafas.

Tanah Warisan 131

19 Desember 2001,  BRAMANTI itu tersadar dari dunia angan-angannya ketika ia mendengar ibunya memanggilnya.