Tanah Warisan 178

06-02-2002,  Dalam kebekuan yang panas itu, Bramanti merasa sebuah sentuhan dibahunya.

Tanah Warisan 177

05-02-2002, Pedang pendek Bramanti ternyata terlampau berbahaya bagi lawannya.

Tanah Warisan 176

04-02-2002,  Sekilas teringat olehnya, bagaimana ia membantu suaminya yang dahulu mencoba membina Kademangan ini.

Tanah Warisan 175

03-02-2002,  Nasib orang itu memang terlampau malang.

Tanah Warisan 174

02-02-2002,  Bukan saja Sapu Angin yang menjadi keheranan dan bahkan kecemasan menghadapi lawannya.

Tanah Warisan 173

01-02-2002,  Di bagian lain Ki Jagabaya bersama dua orang pengawal berkelahi mati-matian melawan  seorang penunggang kuda.

Tanah Warisan 172

31-01-2002,  Tetapi karena mereka datang bersama Sapu Angin maka mereka seakan-akan mempercayakan diri mereka kepada pemimpinnya.

Tanah Warisan 171

30-01-2002,  Dengan demikian maka anak-anak muda pengawal Kademangan itu menjadi berdebar-debar.