Tanah Warisan 212
13-03-2002, Kawannya berbicara mengangguk-anggukkan kepalanya.
Posted on December 16th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
13-03-2002, Kawannya berbicara mengangguk-anggukkan kepalanya.
Posted on December 16th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
12-03-2002, “Kami juga tidak dapat melihat dengan jelas.
Posted on December 16th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
11-03-2002, “Tetapi,” tiba-tiba Bramanti mengerutkan keningnya.
Posted on December 16th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
10-03-2002, Dan tiba-tiba ia bertanya kepada dirinya sendiri, “Kenapa aku begitu mudah dibujuknya? O, alangkah bodohnya aku.
Posted on December 16th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
09-03-2002, Dan ia masih dipaksa mendengar Bramanti berkata, “Tetapi biarlah aku berjalan-jalan Ki Tambi.
Posted on December 16th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
08-03-2002, Denyut jantung Temunggul serasa telah melonjak. Kalau orang itu pergi ke Kademangan, maka Bramanti tidak akan lewat jalan ini seorang diri.
Posted on December 16th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
07-03-2002, Pengawal itu pun tertawa pula. Katanya, “He, jadi kau sangka bahwa kami hanya akan mampu berlari-lari? Kalau demikian aku adalah orang yang paling cepat berlomba lari di Kademangan ini”.
Posted on December 16th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
06-03-2002, “Adalah suatu kebetulan, bahwa malam ini Ki Tambi tidak datang ke Kademangan, sehingga aku mempunyai alasan untuk menjebaknya,” berkata Temunggul di dalam hatinya.
Posted on December 16th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
05-03-2002, Ki Tambi melanggkah terus sambil merenung.
Posted on December 16th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
04-03-2002, “Di hutan itu ada buah-buahan. Dan aku mempunyai bekal beberapa kepeng, yang dapat aku tukarkan dengan kebutuhan sehari-hari.”
Posted on December 16th, 2007 by bajingloncat
Filed under: Tanah warisan | No Comments »