Tanah Warisan 212

13-03-2002,  Kawannya berbicara mengangguk-anggukkan kepalanya.

Tanah Warisan 211

12-03-2002,  “Kami juga tidak dapat melihat dengan jelas.

Tanah Warisan 210

11-03-2002,  “Tetapi,” tiba-tiba Bramanti mengerutkan keningnya.

Tanah Warisan 209

10-03-2002, Dan tiba-tiba ia bertanya kepada dirinya sendiri, “Kenapa aku begitu mudah dibujuknya? O, alangkah bodohnya aku.

Tanah Warisan 208

09-03-2002,  Dan ia masih dipaksa mendengar Bramanti berkata, “Tetapi biarlah aku berjalan-jalan Ki Tambi.

Tanah Warisan 207

08-03-2002,  Denyut jantung Temunggul serasa telah melonjak. Kalau orang itu pergi ke Kademangan, maka Bramanti tidak akan lewat jalan ini seorang diri.

Tanah Warisan 206

07-03-2002,  Pengawal itu pun tertawa pula. Katanya, “He, jadi kau sangka bahwa kami hanya akan mampu berlari-lari? Kalau demikian aku adalah orang yang paling cepat berlomba lari di Kademangan ini”.

Tanah Warisan 205

06-03-2002,  “Adalah suatu kebetulan, bahwa malam ini Ki Tambi tidak datang ke Kademangan, sehingga aku mempunyai alasan untuk menjebaknya,” berkata Temunggul di dalam hatinya.

Tanah Warisan 204

05-03-2002,  Ki Tambi melanggkah terus sambil merenung.

Tanah Warisan 203

04-03-2002,  “Di hutan itu ada buah-buahan. Dan aku mempunyai bekal beberapa kepeng, yang dapat aku tukarkan dengan kebutuhan sehari-hari.”