Tanah Warisan 230

02-04-2002,  Kegelisahan, kepepatan hati itu disimpannya rapat-rapat di dalam dadanya.

Tanah Warisan 229

01-04-2002,  “Bramanti, dan beberapa anak-anak muda.”

Tanah Warisan 228

31-03-2002,  Panggiring mengerutkan keningnya, “Bagaimana dengan Bramanti?”
“Semua orang berprasangka juga kepadanya.

Tanah Warisan 227

30-03-2002,  “Ya paman,” sahut Panggiring, “Aku memang mengharap segera dapat menemui paman.

Tanah Warisan 226

28-03-2002,  Dalam pada itu, Ki Tambi pun melangkah dengan tergesa-gesa pulang ke rumahnya.

Tanah Warisan 225

27-03-2002,  Ketika Bramanti akan menyahut, ibunya cepat-cepat mendahuluinya, “Jangan menolak Bramanti.”

Tanah Warisan 224

26-03-2002,  Bramanti pun kemudian terdiam untuk sejenak.

Tanah Warisan 223

25-03-2002,  Tambi menarik nafas dalam-dalam.