Tanah Warisan 246

Jumat, 19-04-2002
Temunggul pun kemudian minta diri. Setiap kali ia bertemu dengan anak-anak muda, apalagi para pengawal maka dianjurkannya anak-anak muda itu berkumpul dimanapun dimalam hari apabila mereka tidak sedang mempunyai keperluan pribadi yang mendesak.

Tanah Warisan 245

Kamis, 18-04-2002
 Namun ia tidak dapat ingkar. Kecemasan di dalam dadanya serasa menggelepar semakin tajam.
“Tetapi apabila demikian,” katanya di dalam hati. “Langkah pahitnya. Apakah aku benar-benar harus bertempur melawan kakang Panggiring? Seandainya aku tidak menaruh keberatan apapun, namun bagaimana dengan ibu? Bagaimana pun juga kakang Panggiring adalah anaknya.