Jumat, 19-04-2002
Temunggul pun kemudian minta diri. Setiap kali ia bertemu dengan anak-anak muda, apalagi para pengawal maka dianjurkannya anak-anak muda itu berkumpul dimanapun dimalam hari apabila mereka tidak sedang mempunyai keperluan pribadi yang mendesak.
Posted on December 26th, 2007 by panggiring
Filed under: Tanah warisan | No Comments »
Kamis, 18-04-2002
Namun ia tidak dapat ingkar. Kecemasan di dalam dadanya serasa menggelepar semakin tajam.
“Tetapi apabila demikian,” katanya di dalam hati. “Langkah pahitnya. Apakah aku benar-benar harus bertempur melawan kakang Panggiring? Seandainya aku tidak menaruh keberatan apapun, namun bagaimana dengan ibu? Bagaimana pun juga kakang Panggiring adalah anaknya.
Posted on December 26th, 2007 by panggiring
Filed under: Tanah warisan | No Comments »