KCB2
KCB 2 menurutku mengangkat keindahan kehidupan pesantren, Selama ini pesantren seperti tergilas oleh Zaman Edan. Bahkan oleh barat di tuduh sebagai sarang teroris. Kang Abik menampilkanya dengan cukup indah.
Memang lebih relistis & manusiawi. Tidak hanya konflik seputar percintaan, tapi juga di tampilkan bagaimana si Azzam memulai bisnisnya, kemudian stagnan dan kemudian berhasil melakukan improvisasi menjadi “Bakso Cinta” dan juga “foto copy Cinta”. Di tinggalkan pelangganya karena fitnah, dan kemudian berhasil mengembalikan nama baik usahanya dengan cara-cara yang realistis.
Yang ini menurutkku adalah gagasan Habiburrahman, tentang idealnya seorang da’i di Zaman Edan ini. Tidak hanya hafal hadits & Al-Qur’an tapi juga seorang entepreanur. Jadi selain mendidik ummat tentang fikih juga memberi contoh bagaimana berniaga, Kalo para da’i sudah sehebat ini maka pengaruh para kiyai di tengah masyarakat akan kembali seperti pada saat jaman perdjoeangan dulu.
Kemudian Melalui diskusi Eliana & Ayatul Husna tentang bangsa Maju dan bangsa berkembang kang Abik juga menyampaikan kritik cukup pedas kepada bangsa ini, dari rakyatnya, pemerintahnya, instasi-instasinya. Di sini kang Abik kelihatan sekali prihatin melihat anak-anak muda yang menganggur. Tapi tak ada effort sama sekali untuk berkreatif menciptakan pekerjaan. Bahkan kang Abik juga mengkritik para sarjana, yang begitu lulus langsung menggantungkan hidupnya kepada negara -alias jadi pegawai negeri rek. Menurut kang Abik sarjana yang demikian ini justru kurang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam pandangan kang Abik sarjana yang bermanfaat adalah yang berhasil menciptakan pekerjaan bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Menurutku ini pendapat yang muantaB sekali. Daku sepekat 1000% -Seandainya 10ribu sarjana yang di luluskan tiap tahun itu mampu menciptakan pekerjaan, maka tidak akan pernah ada bangsa laen yang beranimelecehkan negeri ini, tidak akan pernah ada tki yang di lecehkan di luaran sana.
Sementara itu di Solo Anna sedang bingung harus menerima lamaran furqon atau tidak. Ternyata Anna juga menaruh hati ke pemuda yang pernah menolongnya di kairo saat temanya kecopetan. Seandainya pemuda itu yang datang maka Anna akan segera menerima lamaranya tanpa pikir panjang. Pemuda itu adalah si Abdullah Khoirul Azzam. Anna sedikit meragukan Furqon lebih karena gaya hidup yang berbeda. Tapi Anna ahirnya menikah dengan Furqon. Sampe di sini kupikir habislah harapan Azzam mempersunting Anna.
Eliana berharap mati-matian Azzam bersedia menjadi suaminnya rek, bersedia membimbingnya meniti jalan Islam. Sampe-sampe meneguhkan hatinya untuk memakai jilbab dan tidak akan melepaskanya lagi. Tapi ketika datang kerumah Azzam ternyata suasananya tidak tepat. Azzam sedang sakit karena kecelakaan kemudian Ibunya juga sudah meninggal. Tapi rupanya cinta Eliana terhadap Azzam tidak luntur meskipun Azzam sedang sakit. Bahkan secara terang-terangan Eliana menyampaikan, seandainya terjadi cacat fisik itu tidak akan merubah besarnya Cinta Eliana terhadap Azzam.
Tapi rupanya Azzam tetep tidak bisa menerimanya, hayo kenapa?
Pertama Azzam sungguh tidak rela kalo kecantikan Istrinya di nikmati oleh jutaan mata pemirsanya. Ini resiko menjadi seorang artis rek jutaan mata akan menikmati kecantikanya. Aku sepakat dengan Azzam. Kedua Setelah melamar sekian banyak gadis dan semuanya gagal di nikahinya, kali ini Azzam telah medapat calon Istri seorang dokter - podo kowe Yan:).
Kang Abik masih ingin menunjukan kualitas tokoh rekaanya -Azzam. Bu dokter yang sudah cinta mati ke Azzam tidak jadi menikah dengan Azzam. Karena ternyata menunggu Azzam sembuh terlalu lama, Ibunya si bu Dokter berubah pikiran. si Azzam nggak jadi nikah lagi rek :(.
Kiyai lutfi (ayahnya Anna) dan bu Nyai (ibunya Anna) terpesona dengan pemuda seperti Azzam, mandiri, berilmu & merakyat. Sampe-sampe seandainya punya anak perempuan satu lagi pasti akan di nikahkan dengan Azzam.
Dalam kebuntuan pikiranya -karena sampe sekarang belom berhasil menemukan jodohnya, si Azzam datang ke rumah Kiyai Lutfi. Meminta kiyai Lutfi berkenan mencarikan jodoh untuknya. Barangkali dari ratusan santri putri ada satu yang bersedia menjadi Istrinya. Azzam bahkan pasrah bongko’an. Semua keputusan di serahkan ke Kiya Lutfi. Kalo menurut kiyai Lutfi baik maka Azzam akan menerimanya dengan senang hati kapan saja.
Anna yang menjadi janda kembang, mendengar percakapan ayahnya dan Azzam di ruang tamu dengan dada bergetar :), dalam hatinya berdo’a agar Ayahnya menawarkan dirinya untuk Azzam. Kalo demikian adanya maka dengan senang hari ia akan menerimanya. Tiba-tiba percakapan di ruang tamu membuatnya semakin berdebar-debar. Ayahnya betul-betul menawarkan dirinya ke Azzam, dan setelah bertanya sedikit banyak tentang setatus Anna, Azzam menerimanya.
Sedemikian bahagianya kiyai Lutfi melihat Azzam bersedia menerima Anna. Sampe Kiyai Lutfi tidak memperkenankan Azzam untuk pulang. Kiyai Lutfi akan menikahkan Azzam nanti ba’da maghrib di masjid. Di ruang tengah Anna segera melakukan sujud syukur, dan merasakan kebahagiaan tiada terkira. Ba’da sholat maghrib Kiyai Lutfi betul-betul menikahkan Azzam & Anna :). Azzam merasa seperti sedang bermimpi, kemudian ketika Kiyai Lutfi mengajaknya pulang ke rumah, Azzam menyampaikan masih ingin ber-itikaf di masjid.
Ba’da Isya’ kiyai Lutfi mendaulat Azzam untuk mengantikanya memberikan pengajian Tafsir Jalalain. Azzam menerima dulat dari mertuanya. tapi bukan tafsir jalalain yang di sampaikanya, melainkan cerita fabel tentang kambing, harimau & srigala. Anak Harimau yang di besarkan oleh kambing, akhirnya lupa bahwa dirinya Harimau, maka ketika Srigala menyerang kawanan kambing, si Harimau tidak berani melawan Srigala. Kemudian Anak Harimau ketemu dengan Harimau dewasa dan di ajari bagaimana menjadi harimau seharusnya.
Lagi-lagi cerita fabel ini menunjukkan keperihatinan kang Abik terhadap bangsa ini. bangsa ini di umpamakan seperti harimau yang di besarkan oleh kambing. Sebenarnya hebat tapi tak sadar akan kehebatanya. Selesai menyampaikan ceramahnya Hadirin menjadi bersemangat dan secara serempak memekikkan takbir. Pulang dari masjid Kiyai Lutfi menunjukkan Azzam ke kamar Anna, di sana Anna sedang menunggunya :). Azzam agak canggung masuk ke kamar, setelah menemui Istrinya minta pamit pulang, Azzam lupa ternyata belom membuat bumbu untuk baksonya :). si Anna tidak merelaka Azzam pulang. Akhirnya “bertasbihlah” mereka berdua:). Bangun subuh setelah sholat baca e-mail dari temen-temenya “Bertasbih lagi” :):)
pantesan judulnya KCBertasbih 2 .
:):):)sampe guling-guling:):):)
wajib di baca Yan, membaca KCB 2 seakan-akan kita sedang membaca 4 buku sekaligus:
- buku tentang novel percintaan & realita kehidupan.
- buku tentang fiqih, hubungan pria wanita dalam Islam, pengantin baru.dll ![]()
- buku tentang wirausaha, improvisasi produk menhadapi pasang surutnya dunia usaha.
- buku tantang motivasi seperti tulisan-tulisan Tung desem, Andre wongso.dll
Ayo gih beli sana !!!!
Posted on January 5th, 2008 by panggiring
Filed under: Inspiring story 470 Views





on January 6th, 2008 at 9:05 am Said:
lempar dulu penggalan pdf nya mas
on January 6th, 2008 at 10:18 am Said:
hehe… postingan ini merupakan penebusan dosa. Dosa karena gak beli bukunya alias minjem. Jadi untuk ngurangin dosanya terbitlah postingan ini.
on January 6th, 2008 at 3:58 pm Said:
:Joko
mosok baru terbit beberapa hari udah di bajak to Jok
:mas Eko
di fatahilah panbil gak ada, di fatahilah plasa bip juga gak ada, di gramedia bcs juga gak ada. nah mending pinjem dulu 
Alasan klisenya, sekarang buku ini sedang di buru-buru para penggemarnya
Alasan sebenarnya, memang belom ada badget
tapi kompor tetep harus meyala, maka minjem adalah jalan terbaik
biar bisa tetep ngompori
on January 8th, 2008 at 8:43 pm Said:
Bener2 menerapkan prinsip ekonomi om Jaz ini.
“Jika ada yan bisa dipinjam, kenapa harus beli”, hehe.
Seeeepppppp
on January 8th, 2008 at 11:35 pm Said:
Tapi tetep ku bercita-cita untuk mengkoleksi karya-karyanya Habiburrohman & Andrea Hirata. Pinjem itu hanya untuk perkenalan
- tapi koq terus-terusan yo? 
on January 9th, 2008 at 4:18 am Said:
wahh kolektor novel juga ya!!
sudah punya berapa novel karya Habiburrohman mas?
on January 9th, 2008 at 11:17 am Said:
itu baru rencana
sampe sekarang belom punya satupun
tapi memang karya-karya Habiburrahman & Andrea Hirata telah ku rencanakan untuk mengisi perpustakaan pribadi di rumah 
on January 17th, 2008 at 6:58 pm Said:
Mas, kalau bertamu ke sini, kalau may nyapa2 di mana sih tempatnya?
Aku nggak sempet pergi ke tempat yang mas sebutkan tadi, wong waktu jalan2nya nggak banyak gitu.
on January 25th, 2008 at 10:14 am Said:
[…] Usulan pertamanya di selipkan di komentar “about”. usulan yang ke dua di selipkan di komentar KCB2. Kedua usulanya sama yaitu tentang shoutbox.Kemaren hari selasa pulang kerja jam 20.30 anak-anaku […]