Mengapa kita harus nulis?

Berawal dari pertanyaan Yanu di milis kecilku yang hiperaktif. Sekitar satu tahun yang lalu. Maka lahirlah tulisan singkat di bawah ini. waktu itu si Yanu mencari-cari siapa tahu ada yang memiliki kopi sebuah cerpen fenomenal berjudul “Lampor” karya Joni aryadinata. Kenapa cerpen itu fenomenal? berikut sedikit yang berhasil ku tuliskan setelah ngobrol dengan seorang temen.

Menurut mas Bambang Supriyadi (ex. sekjen mechanical - anggota FLP batam ), yang menghadiri ocehan Joni saat berkunjung ke batam setahun yang lalu. Dalam salah satu acara FLP batam (beberapa hari setelah gempa di jogja).

waktu joni masih menjadi tukang becak, ada satu langganan yang selalu berpenampilan necis. setiap hari selalu minta di antar joni. kemudian joni menanyakan ke pelanggan tersebut, apa perkerjaanya? koq setiap hari jalan-jalan aja, tapi duwitnya ada terus. Dan si pelanggan menjelaskan bahwa pekerjaanya adalah menulis. joni tidak percaya kalo dengan menulis bisa mendapatkan uang.

Satu hari si pelanggan minta di antar ke gedung kesenian-nya Jogja. Sampe di sana joni di belikan karcis. Dan di ajak nonton teater. selesai nonton joni di minta mengantar pulang ke rumah. sampe di rumah joni di minta tidak langsung pulang. Tapi di suruh menunggu si pelanggan yang sedang ngetik. Selesai ngetik si pelanggan minta di antar ke kantor pos dan ngeposkan tulisan tentang pertunjukan
teater yang di tonton tadi. Setelah itu joni baru boleh pulang.

Kira-kira seminggu kemudian si pelanggan mencari Joni sambil membawa koran dan menunjukkan tulisanya. Serta menunjukkan sejumlah uang yang di peroleh sebagai upah tulisanya. Dengan uang itu joni di ajak makan enak oleh si pelanggan.

Akhirnya joni bertekad mulai menulis. Sampe 6 bulan sekitar 500 tulisan di buat, tapi ternyata tidak ada satupun yang di muat di koran akhirnya joni putus asa dan bertekad mbecak & ngamen lagi.

Saat ngamen di Malioboro tiba-tiba si pelanggan setianya berteriak-teriak memanggil joni sambil mengacungkan koran solopos. Dan Joni mendapat 150.000, peristiwa ini melecut joni untuk menulis lagi.

Sampe 6 bulan kemudian di hasilkan sekitar 500 tulisan. Dan tidak ada satupun koran yang memuat tulisanya. Sampe Lampor di nobatkan oleh kompas sebagai tulisan terbaik.

ketika Lampor terpilih Joni sedang putus asa dan kembali ngamen & mbecak. Sampe ada seseorang yang berpenampilan rapi datang ke pemukiman-nya yang kumuh. Dan mencari orang dengan nama joni ariadinata. Kebetulan orang yang di tanya adalah joni. tapi si orang berpenampilan Necis ini tidak percaya karena joni tidak bisa menunjukkan KTP. akhirnya cara yang di tempuhj joni adalah dengan mengumpulkan 10 orang di sekitarnya. dan orang-orang itu memang mengakui bahwa yang di depan orang dengan pnampilan necis itu adalah Joni Ariadinata.

Akhirnya orang itu percaya bahwa orang di depanya itu, yang mungkin penampilanya kucel itu adalah Joni. orang dengan penampilan rapi itu akhirnya memperkenalkan diri bahwa dia adalah utusan dari Kompas yang bertugas mengantarkan undangan ke Joni Ariadinata. Orang itu memberikan uang sebanyak 5jt.
Dan bebrapa hari berikutnya harus datang ke kantor Kompas di jkt.

Joni kaget bukan kepalang, uang sebesar 5 jt belom pernah di lihatnya. Akhirnya Joni nawari temanya yang bersedia menemani ke Jakarta. Dengan bis malem Joni & temanya berangkat ke jakarta dan langsung menuju ke kantor kompas. Sampe di kompas joni menunjukkan undanganya. Dan kemudian boz kompas menyambutnya secara khusus. Sambil bertanya sampeyantadi kesini naik apa? joini menjawab naik bis malem. boz kompas kaget. Lho anak buah saya nunggu sampeyan di bandara Jogja.

Tapi tidak apa akhirnya Joni di antar oleh seorang petugas dari Kompas ke penginapanya. Betapa kagetnya Joni melihat bangunan yang di sebut penginapan. Ternyata sebuah hotel mewah. Dan joni harus tinggal di lante 11. ketika hari sudah malam Joni dan temanya merasa Lapar dan memesan nasi goreng ke pelayan. ketika pelayan mengantarkan Nasi Gorengnya Joni bertanya berapa harga sepiring nasi ini? di jawab oleh pelayan 75.000. Betapa kagetnya Joni mendengar harga Nasi Goreng yang hanya di tambah telor mata sapi ini. Seketika perutnya kenyang dan sampe pagi Nasi Goreng tersebut tidak di sentuh. Maklum biasanya makan nasi kucing yang harganya 100 rupiah per bungkus :) .

Pagi harinya Joni mendapatkan penghargaan dalam sebuah acara di kompas.

Sejak saat itu Joni jadi semangat nulis lagi. Dan tiba-tiba tulisanya mudah sekali menembus ke semua koran. Joni jadi terkenal dan Sampe akhirnya harus keliling dunia untuk menceritakan kegigihanya dalam menulis. Semua koran jadi menunggu-nunggu tulisanya. Pada saat ke Batam tulisanya di muat secara berseri selama beberapa hari. Padahal hanya tulisan perjalananya dari jogja sampe batam di tambah peristiwa Gempa yang di alaminya saat di ruang tunggu Bandara Jogja

Dan sekarang menjadi redaktur atau apalah :)

pelajaran apa yang bisa di ambil?:) kita harus tanya kepada Ikal - Laskar Pelangi.

Perintah pertama dalam islam adalah “Bacalah, dengan menyebut nama Tuhamu”.

Di saat laen rosululloh saw berpesan “sampaikan walau satu ayat”.

Saat membaca orang akan menyerap pengetahuan 10% dari bacaanya. Dan ketika menuliskanya kembali orang akan menyerap 95% dari pengetahuan yang di tulisnya. Diambil dari Inspiring word for writer- M.Faudzil Adhim.

Pantesan Fajar Priyanto mendapat nilai 95 dan memperoleh peringkat satu saat training RedHat di Singapura.

Onno W Purbo, memikirkan Aplikasi yang bermanfaat bagi rakyat Indonesia, experiment, nulis tutorial, nulis buku, dan akhirnya work-shop. Duwit-nya ngalir terus :) idenya di tunggu-tunggu para penggemar IT se Indonesia.

Andre Hirata menulis novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor & masih ada satu lagi yang belom terbit. Tulisanya banyak mempengaruhi para pembacanya, Seorang pecandu narkoba bisa tobat hanya karena mbaca novelnya. Seorang mahasiswa yang hampir putus asa tiba-tiba bangkit lagi. Seorang dokter jug aterinspirasi untuk berani membuka praktek sendiri. Apa yang andrea peroleh? mungkin sekarang sudah jadi miliader hanya dari royalti novel-novelnya.

Habiburrohman prihatin dengan kondisi budaya pergaulan saat ini. Dan kemudian menuliskan kegelilsahanya dalam berbagai tulisan. Salah satu yang paling menghebohkan adalah ayat-ayat cinta. Juga banya pembacanya yang terpengaruh oleh tulisanya. Juga seperti Andre, Habiburrohman menjadi miliader dari royalti tulisanya.

Paling gondok adalah ketika kita menulis ide atau gagasan ke dalam proposal. Dan setelah capek-capek menyusunya ternyata boz menolaknya.

Orang paling bahagia adalah orang yang ide dan gagasanya di tunggu orang laen untuk di bayar & di laksanakan :)

Onno W Purbo, Joni Ariadinata, Andrea Hirata, Habiburrohman El Shirozy adalah orang yang berbahagia itu.

maka mulai sekarang nulislah, tutorial atau apapun, yang anda rasakan :)

14 Responses to “Mengapa kita harus nulis?”

  1. pengennya sih gitu mas, tapi ….
    ah sudahlah

  2. Siip, om.
    Detail banget….

    mungkin bisa ditambahkan waktu undangan ke luar negeri..dengan PD-nya, orang bule (lupa negara mana) bilng “kapan-kapan berkunjunglah negara kami, disana kami punya lebih dari 300 pulau”.

    Dijawab kang arya dinata “Wow, segitu banyaknya?” dengan expresi kaget…selanjutnya kang arya dinata berkata “Kalo begitu, kapan-kapan anda bisa juga bermain ke negara kami (indonesia)…ya, walaupun cuma punya ribuan pulau saja.” (dengan nada rendah).

    trus bulenya jauh lebih tercengang dibanding kang arya……..

  3. :geblek
    Yo minimal ngeblogg :) ben suwi-suwi terbiasa nulis :)
    sopo ngerti nek wis seribu blog :) intuk “air yang menyegarkan” :)
    seperti Soichiro Honda - lihat inspiring story di blog ini. Setelah berkali-kali gagal akhirnya merajai jalanan.

    :lupus
    Kalo gak salah sampeyan dulu bilang orang Brazil :), Bagian iki aku lali je,
    dadi ora sempat di tulis :)

  4. ya… sepakat… segala kata-kata yang lahir di kepala sebaiknya dituangkan dalam tulisan biar ga menjadi sampah otak hehehehe

  5. sial setelah terpasang kode togel di shoutbok itu saya gak bisa ikutan kompor2 di situ :), hahaha yg salah bukan kodenya tapi caraku untuk ikutan kompor2 gak selayaknya yg kalian pakai xixixixi
    kamu tau apa maksutku to kang :)

  6. mosok ora iso? bukane harus ngisi togel-e disik jok? nek wis ngisi lagii nulis enter-nulis enter. statement terakhir ora paham makzud-e. Selain togel juga ada tambahan beberapa kata jorok gak bisa masuk :) paranoid mode on :):):):)

  7. sayapun mulai belajar untuk nulis diBlog, tapi nampaknya blog saya makin lama makin ndak bermutu :mrgreen:

    Bukan begitu mas geblek ?

  8. Sampeyan seneng nulis opo seneng moco mas?
    Laskar Pelangi & Ketika Cinta Bertasbih (bag 2), masih ngantre di lemari bukuku, belum tak baca.
    Seneng ya kalau bisa nulis bagus, masuk media, jadi buku dan dapat duit.

  9. Itu SB sampeyan, kotak “send” nggak iso di pencet.

  10. Blog sampeyan wis tak link yo!

  11. di atasnya ada tambahan isian soal penjumlahan, untuk menjawabnya tinggal klik dan pilih angka jawabanya. Setelah itu bisa terjawab maka baru nulis komentar, setelah iu tinggal send-send-send :)

    ini mengantisipasi spammer yang menyerang SB-ku sejak beberapa hari lalu.

    sampeyan nganggo browser IE.7 to?, haruse bisa, Sip nanti di check lagi:), aku nganggo SeaMonkey & Firefox OK koq.

  12. lho… joni jadi tukang becak ? :D

    IMHO,
    menulis adalah pasangan dari membaca

  13. sy sudah lama tau kl dl mbecak,tp baru tau kisah beliau di atas.Mas Joni!!!!hebat ya!

  14. interesting post, will come back here, bookmarked your site

Leave a Reply