Pingin makmur? Pilih pemimpin yang Benar

Sekali-sekali ngomong kepemimpinan ah:) Jaman 97 kebelakang, setiap menjelang pemilu, di adakanlah kampanye, yang kebetulan tokoh-tokohnya itu-itu aja. Ini cerita di kampungnku -terkesan sangat tidak kreatif- semua tokoh ngomong tantang kepentingan rakyat. Saling menjelekkan satu-sama lainya. Dan mencoba membakar rakyat dengan janji-janji yang tidak masuk akal - bagiku :) Tapi itu hanya pas menjelang pemilu aja. Kalo para tokoh itu udah kepilih dan kebetulan ada rakyat kebanjiran, tanah longsor, kelaparan dan sebagainya si Tokoh yang muncul setiap menjelang pemilu itu  pura-pura tidak tahu. -jangkrik tenan- :)

Pas tahun 97 itu pula gaung reformasi ku baca semakin gencar di milis-milis di internet. Ku pikir ini lah perubahan menuju Indonesia yang makmur, gemah ripah loh jinawi. Dan orde reformasi itu betul-betul lahir, dengan di tandai lengser-nya tokoh paling sakti di Indonesia.Orang-orang bersuka cita, akupun demikian. Beberapa tahun setelah euforia itu mulai mereda baru ku tersadar. Ternyata aku kecelek, mungkin juga banyak orang indonesia yang kecelek sepertiku. Perubahan yang diimpikan belum juga muncul. Tanda-tanda Indonesia menuju Gemah ripah loh jinawi gak terlihat sama sekali. Yang ada adalah berita pelecehan pekerja-pekerja Indonesia di luar negeri. Menyedihkan :(

Banyak juga tokoh-tokoh yang dengan lantang ngomong perubahan, dan menawarkan konsep begini-begitu yang menggiurkan. Bahkan untuk menggolkan agar dirinya di pilih segala cara di tempuh. Di saat pemilu rakyat di junjung-junjung, fasilitas umum yang rusak di perbaiki, dana bantuan berdatangan dari berbagai tokoh. Sampe rakyat jelata sepertiku kebingungan. Toko-tokoh itu terlihat baik semuanya? Mana yang harus ku pilih menjadi pemimpin? Mereka semua juga jago berorasi, berpidato membakar rakyatnya. Mereka semua juga jago mem-bypass birokrasi. Misalnya rakyat biasa mengurus KTP butuh waktu sebulan plus tarikan dana siluman sana-sini, maka si tokoh ini bisa mengurus ribuan KTP dalam sehari, tanpa tarikan dana siluman. Sungguh memukau kehebatanya.

Sejatinya aku juga bingug dari dulu. Seperti apakah pemimpin yang mampu membawa negeri kaya-raya ini menjadi negeri yang berwibawa -Sehebat Demak yang di takuti oleh Portugis, Sehebat majapahit yang mengangkangi seluruh wilayah ASEAN, Menjadikan negeri ini produktif bukan konsumtif. Menjadikan negeri ini menyerap tenaga kerja asing bukan meng-ekspor tenaga kerja sendiri ke LN. Menjadikan negeri ini merdeka secara ekonomi, tidak ada bangsa laen yang berani mengobok-obok perekonomian-nya. Tidak ada lagi buruh yang di PHK oleh orang asing di Negeri ini. Dan mimpi terakhir yang di dengungkan Soekarno adalah “Menjadi Tuan di Negeri Sendiri”.

Sangat susah mencari pemimpin seperti itu. Mungkin di butuhkan kesaktian luar biasa seperti kesaktian Sultan Trenggono -raja Demak yang menguasai segala macem ilmu kesaktian :)

Menurutku pemimpin ideal bagi negeri ini adalah pemimpin yang memposisikan dirinya sebagai seorang manager, bukan sebagai penguasa. Penguasa cenderung bersifat parasit, tidak membangun dan feodal. Kalo setoran upeti berkurang seorang penguasa akan memberikan sanksi ke si penyetor upeti tadi. Seorang manager cenderung bersifat produktif & membangun. Kalo terjadi setoran upeti berkurang maka yang di pikirkan oleh seorang manager adalah kenapa produktifitas menurun? dan kemudian akan membentuk team untuk melakukan improvisasi produktifitas -Kaizen team-, salah satu tujuanya adalah biar upetinya naik :).

Ngomong ngalor-ngidul gak karuan :) sebenarnya aku hanya ingin menyampaikan. Salah satu contoh pemimpin yang baik adalah Gubernur Gorontalo. Begitu menjadi pemimpin yang di pikirkan adalah bagaimana memajukan daerahnya, melihat potensi daerahnya, kemudian berfikir bagaimana menaikkan produktifitas, dan setelah produktifitas naik juga menerbitkan keputusan gubernur yang mengatur harga komoditas - ini melindungi rakyatnya dari permainan kotor para terngkulak. Setelah produksi membeludak maka pekerjaan selanjutnya adalah mencari pasar. Tak tanggung-tanggung si gubernur ikut mencarikan pasar ke Luar Negeri.

Mimpiku :)
Seandainya setiap kepala daerah berfikiran seperti Gubernur Gorontalo, maka dalam 10 tahun kedepan, Tidak akan ada lagi TKI yang di kirim ke LN untuk di lecehkan. Wibawa negeri ini juga akan bangkit, menjadi negri produktif, kuat secara ekonomi dan pertahanan. Dan pada akhirnya cita-cita Soekarno tercapai “Menjadi Tuan Di Negeri Sendiri”.

Dan kalo kondisi seperti ini membudaya? maka cepat atau lambat Singapore akan mendaftar menjadi propinsi ke sekian dari Indonesia :) demikian juga seluruh negara-negara anggota ASEAN mereka akan berlomba-lomba mendaftar menjadi propinsi ke sekian Indonesia. waktu itu nama negeri ini bukan Indonesia lagi, Tapi “Indonesia Raya” :)

Inggris yang secuil itu berani menyebut dirinya The Great Britain, kenapa Indonesia yang lebih luas dari benua Eropa ini gak berani nyebut dirinya “Indonesia Raya” :)

17 Responses to “Pingin makmur? Pilih pemimpin yang Benar”

  1. pertamax!!

  2. he,..he,..
    layak dapet rinso 1 kg :)

  3. so, kembali ke masalah memilih pemimpin, jadi sampeyan mau nyoblos yg mana. Bingung ? ya ndak usah nyoblos kyk saya :)

  4. cuman mau berbagi kebingungan tentang kepemimpinan di negeri ini, kok nampaknya ndak berkesinambungan gitu ya, pemimpin pertama dijelekin yang kedua, yang kedua dijelekin yang ketiga.. dst..dst
    laa gimana jadinya nanti, bukannya menambal kejelekan yang terdahulu, tapi kok malah ngosip demi menjatuhkan ..

    tapi sudahlah kok jadi panjang gini komen saya :)
    *ngremus gorengan*

  5. :Tigis
    nek ora ono sing capable gak milih? lha nek sampe tuo ora ono sing capable dadi gak pernah milih :) -tapi salah satu pilihan yang perlu di hargai juga, daripada ikut berkontribusi merusak negara? :)

    meskipun gak milih tetep dadi kompor ke arah yang lebih baik to?

    :regsa
    yang harus di pikirkan how to improve it? :) sesuai dengan scope kita, sesuai dengan kemampuan yang bisa kita lakukan - wah koq serius ngene :) - nah kontribusiku yo nulis blog iki :) -

  6. semoga…

  7. marilah kita berdoa dan berjuang agar moral para pemimpin / wakil rakyat di negara kita ini kembali ke jalan yg lurusss…..

  8. waaah lagi2 “summon” sultan trenggono…
    gimana ni? apa perlu kisah sultan trenggono jadi dongeng pengantar tidur?

    kalo lihat title-nya pilih pemimpin yang benar ya… ya kalo pemimpin makmur gimana?

  9. kalo masih ingin ngerasain lagi kondisi yang kaya gini ya pilih lagi pemimpin yang sekarang ini
    *nyambung ra to?*

  10. Indonesia Raya,
    Seluas Majapahit dan Sriwijaya ..

    I like the idea :D somehow I want to posting something base on your idea.

    Jujur aja,rasanya sekarang lebih banyak marketing manager ketimbang pemimpin….

  11. :suci
    selain berdo’a juga berusaha :)

    :wong edans
    nek sampeyan wis berdo’a aku semakin optimis, biasane dongane wong edan manjur :) -pas jaman SDSB :)

    :dewapur
    milih pemimpin yang makmur? lha sekarang bukanya semua pemimpin kita makmur :) -nggak aneh lagi, nggak perlu posting di sini -:)

    :sayur asem
    iyo nyambung kalo gak nyambung ya di paksa :) -kalo gak ingin berubah ya pilih pemimpin yang sekarang :)

    :dadan
    Sip aku menunggu posting sampeyan:) cepet gih tulis, demi kemajuan negri ini !!!

  12. Memang pilihan kita sangat menentukan. So, gunakanlah hak pilih kita dengan sebaik mungkin :D

  13. Aslkm……hehe….memoar 98, mantab juga ya ada Manager Indonesia, kalo Managernya korup gimana tu mas ?

    hehe..senyum mbaca Singapore daftar jadi propinsi yg kesekian di indonesia, berarti propinsi ke 35 ya mas ? hehe
    ide bagus dan sebuah ide besar…sy dukung mas…tingkatkan produktifitas….!!!!, semangat…..

  14. hidup Republik Indonesia Raya!

  15. topik yang berat….

    *berlalu* (karna g mudeng)

    -tsanindita-

  16. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang melayani. OSI, cari pemimpin yang punya sifat melayani! Masalahnya, jarang sekali rakyat mengetahui track-record mereka yang berkampanye. Saat kampanye, semua rame-rame ke pasar. Semua rame-rame ke kampung kumuh. Setelah terpilih. Wee, jangan harap.

  17. tema ginian, saat ini paling hot [juga paling menarik perhatianku], kalo metro tv proklamasi: The Election Chanel, yah iklannya pasti banyak :)

    umur boleh bertambah, tapi kalau ketrampilan mengambil hikmah dari suatu kejadian, tidak juga meningkat, jangan-jangan otak bangsa ini memang bermasalah.

    orang bijak pernah ngomong, “Good judgement comes from experience. Experience comes from bad judgement.”

    setidaknya, sharing om jez ini bisa membuat orang ter-inspirasi untuk tidak salah dalam memilih, apalagi mengulang pengalaman pemilu tahun-tahun sebelumnya.

Leave a Reply