resensi MUSASHI

gambar sampul bukuJudul           : MUSASHI

Pengarang    : Eiji Yoshikawa

Penerbit       : Gramedia

Tahun Cetak : 2007

Harga           : 150.000

 

 

Novel ini bercerita tentang perjuangan seorang pemuda desa. Takezo adalah pemuda desa yang bercita-cita menjadi seorang samurai.  Menjadi seorang samurai adalah profesi kebanggaan para pemuda Jepang waktu itu. Samurai adalah jalan pedang, dimana kehebatan seseorang di ukur dari seberapa banyak jagoan pedang yang bisa di kalahkan.


Sejak umur 18 tahun Takezo mulai mendisiplinkan diri, meniti jalan pedang dengan latihan-latian berat. Belajar dan terus belajar. Berkelana keberbagai penjuru Jepang dan setiap saat menguji kemajuan permainan pedangnya dengan menantang jagoan pedang setempat. Demi memilih jalan pedang ini bahkan Takezo bersedia meninggalkan wanita pujaanya - Otsu. Wanita yang sangat mencintai dan di cintainya.

 

Takezo menyerahkan sepenuh jiwa dan raganya ke jalan pedang. Membuat perjanjian untuk bertemu dengan jagoan pedang di berbagai tempat, bertarung dan berjanjian untuk tidak saling menuntut apabila salah satu pihak terbunuh.  Menurutku ini adalah budaya paling mengerikan dari jalan pedang.

Bagaimana mungkin 2 orang berhadapan, bertarung dengan sebilah pedang di tangan tanpa dendam dan kebencian, dengan perjanjian tidak akan menuntut jika salah satu terbunuh. Hidup sepenuhnya di dedikasikan dalam kelebatan dan desingan pedang.

 

Selain hal mengerikan tadi novel ini juga menyajikan hal menarik. Saat mulai berkelana Takezo di tangkap oleh seorang pendeta zen - Takuan. Di serahkan ke seorang tuan tanah - Daimyo. Takezo di hukum selama 3 tahun dalam ruangan sempit yang hanya berisi buku dan alat tulis. Di sinilah selama 3 tahun Takezo menghabiskan waktu dengan membaca dan menulis. Kelak Takezo yang kemudian bernama Musashi mewariskan tulisan tentang sterategi perang. Go Rin No Sho untuk versi aslinya dan A BOOK OF FIVE RINGS untuk versi terjemahan Inggrisnya.

 

Selain perjuangan mendisiplinkan diri menggapai cita-cita, proses menulis inilah yang paling menginspirasi. Prestasi Musashi tak sehebat Gajah Mada yang menyatukan Nusantara tapi peninggalan berupa tulisan inilah yang membuatnya lebih di akui dunia di banding Gajah mada. Seandainya Gajah Mada 700 tahun yang lalu meninggalkan tulisan “Strategi menaklukan Nusantara” mungkin saat ini Indonesia lebih maju dari sekarang.

 

Meskipun gaya penulisanya terasa hambar, dan datar-datar saja. Novel ini sangat layak untuk di baca. Terutama untuk mhasiswa tingkat awal atau SMU kelas tiga. Sebenarnya di baca oleh masyarakat umum juga tidak masalah. Tapi bagi remaja yang mau lulus SLTA novel ini akan membantu mengobarkan semangat untuk memperjuangkan cita-citanya. Di jepang novel ini telah di filemkan sebanyak 7 kali dan terjual 110 juta eksemplar lebih. Musasi sangat menginspirasi orang Jepang sehingga kemudian di terjemahkan ke berbagai bahasa.

10 Responses to “resensi MUSASHI”

  1. wuhui akhirnya …. diposting juga … :D
    “Menurutku ini adalah budaya paling mengerikan dari jalan pedang. ”
    itu kan gambaran resiko yang ada di setiap jalan pilihan…. bayangkan saja yang fokus di bidang investasi dan kehilangan ratusan juta bahkan miliyar …

  2. woh pertanda apa ini, kok tiba2 update blog dg 2 postingan sekaligus, kirain sudah lupa user dan password blognya wakakaka

  3. Seandainya Gajah mada punya Blog, tentunya dia dapat sharing kiat-kiat menyatukan dan memajukan nusantara.
    :)

  4. kapan kita bisa membanggakan pahlawan negeri kita sendiri :-?

  5. bew….bew….

  6. dwp:
    iyo yo segala sesuatu pasti ada resikonya. lah tapi iki resikone EOL
    geblek:
    iki pertanda gerhana :)
    Regsa:
    ya,..ya,..seandainya gajahmada ngeblog :)
    Andif:
    sekali-kali belajar dari pahlawan sebrang :)
    Chung:
    ngomong opo koen,….?

  7. Saya ngeliat bukunya aja udah keburu merinding. Abis tebel banget. Tapi abis baca review ini jadi lumayan tertarik sama Japanese ini. Saya masih suka bingung Ninja sama Samurai satu zaman atau tidak. Nice gan

  8. om kok blog nya lama kalee ga pernah update, di update donk minimal ikutan kontes blog kek , biar ga keliatan nganggur bangets

  9. Menarik juga…
    jati diri itulah sesuatu yg harus dicari tiap insani…

  10. hmmm patut di simak sambil mendengarkan music dan membaca lyrics

Leave a Reply